"Kalau dibilang penerangan kurang baik itu tidak benar. Penerangan sudah sesuai dengan standar," ujar Jaja, petugas Tol Jasa Marga kepada detikcom Jumat (15/2/2008).
Jaja mengatakan, pengendara kurang hati-hati saat melintasi terowongan tersebut. Dia menepis tabrakan itu terjadi karena terowongan itu tidak cukup penerangan. "Kita selalu menyalakan lampu di terowongan dan penerangan itu sudah cukup terang," ujar Jaja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan, pihak Jasa Marga sudah memberikan banyak rambu peringatan agar berhati-hati saat melintasi terowongan itu. "Tapi kembali pada faktor manusianya," pungkas Jaja.
Jaja menilai, kecelakaan itu terjadi hanya faktor manusia. Sebab jarang sekali pengendara yang tidak mau menyalakan lampu besarnya saat memasuki terowongan.
Selain itu, pengendara kurang berhati-hati dan selalu mengambil bahu jalan atau mendahului dari sebelah kiri. "Karena ingin cepat dan menyalip dari sebelah kiri yang membuat seringnya terjadi kecelakaan," ujarnya.
(mar/nrl)











































