Seruan tersebut disampaikannya saat membuka rakernas Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Jumat (15/2/2008).
"Memang kepentingan nasional di atas segalanya. Tetapi pedulilah terhadap nasib bangsa-bangsa lain karena gejolak ekonomi dan tingginya harga minyak akan menambah kemiskinan di negara-negara berkembang," kata SBY.
Dia mencontohkan konflik di Timur Tengah dan Amerika Latin yang merupakan kawasan utama penghasil minyak dunia. Konflik yang terjadi, baik langsung atau pun tidak langsung, pasti akan melambungkan harga minyak dunia naik dan pada akhirnya mempengaruhi perekonomian dunia.
Dampak paling parah dialami negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Padahal di negara-negara berkembang itulah terdapat 800 juta penduduk dunia termasuk anak-anak yang setiap hari mengalami kelaparan.
"Marilah para pemimpin dunia, tenggangkan rasa kepada kondisi nasib saudara-saudara kita yang belum beruntung untuk menghitung dampak dari suatu konflik, ketegangan dan permusuhan di antara negara-negara," imbuhnya.
(lh/nvt)











































