Dua tahun Darso menghidupi keluarga dari hasil kerja nyambinya itu. Namun Jumat (15/2/2008) ini merupakan hari naas Darso.
Kerja sampingan sopir Metro Mini 610 jurusan Pondok Labu-Blok M ini terendus polisi. Darso dibekuk di Jalan Tarogong Raya, Cilandak, Jakarta Selatan. Dari tangannya, polisi menyita 11 paket ganja siap pakai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam keterangannya, Darso menuturkan, latar belakangnya terjun ke bisnis haram. Dari jerih payahnya menyopir, Darso mengaku pendapatannya sangat miring. Seringkali dia hanya membawa uang hanya Rp 20 ribu per hari. "Paling banter Rp
50 ribu," ujarnya.
Warga RT 05 RW 01, Palmerah Selatan, Jakarta Barat ini pun mencari solusi untuk membuat dapurnya lebih mengepul. Sayangnya, bisnis sampingan yang dijalaninya masuk bisnis ilegal, yaitu jualan ganja. Namun karena keuntungannya menggiurkan, Darso tetap menjalani.
"Sekarang harga susu mahal, harga sembako juga naik," ujar Darso sambil menundukan kepala.
Dalam berbisnis ganja, dia menuturkan, melego satu paket ganja seharga Rp 15 ribu. "Satu paket dapat untung Rp 5 ribu. Sehari minimal bisa jualan 10 paket. Lumayan nambah setoran ke istri," ujarnya lesu.
Kini Darso meringkuk di sel Mapolsek Cilandak. Dia tidak tahu, bagaimana empat anak-anaknya dapat makan setelah dia tertangkap. (asp/umi)










































