Bayinya Lahir, TKW Korban Perkosaan Pasukan Rela Ketakutan

Laporan dari Kuala Lumpur

Bayinya Lahir, TKW Korban Perkosaan Pasukan Rela Ketakutan

- detikNews
Jumat, 15 Feb 2008 06:07 WIB
Bayinya Lahir, TKW Korban Perkosaan Pasukan Rela Ketakutan
Kuala Lumpur - Perempuan itu ketakutan ketika kami datang. Teman-temannya meminta agar ia bercerita terus terang atas musibah yang menimpanya. Tapi tetap saja ia tidak berani. Berkali-kali ia tergagap ketika diminta menjelaskan soal kasusnya.

Kami, rombongan wartawan Indonesia yang diundang berkunjung ke Malaysia oleh ISIS, saat mendatangi KBRI Kuala Malaysia mendapatkan cerita ada dua TKI korban perkosaan yang melahirkan bayi.

Ketika kami berkunjung ke penampungan TKI di KBRI, Kamis (14/2/2008) salah seorang korban dan bayinya sudah pulang. Ada 53 TKW yang berada di penampungan KBRI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perempuan yang ketakutan ketika kami datang itu, adalah satu korban perkosaan pasukan pasukan sipil sukarelawan alias Rela Malaysia.

Namanya Suryani, umur 20 tahun, asal Lombok. Ia sudah melahirkan, bayinya baru berumur dua bulan. Cahaya mata, demikian panggilan sayang orang Malaysia untuk anak, Suryani sangat cantik. syukurlah, meski di penampungan, sang bayi sehat.

Suryani mengaku masuk di penampungan TKI di KBRI karena gajinya tidak dibayar sang majikan selama 3 tahun. Wajah Suryani cukup manis, bahkan istri sang majikan pernah mencemburuinya. Ia pun dihajar dan dipukuli istri sang majikan. Tidak tahan ia lari.

Sambil menggendong sang bayi yang dinamai Putri Sagita, Suryani mengaku ia sudah bersuami. Suaminya orang Pakistan dan sering menjenguknya. Saat ditanyakan mengenai kasus perkosaan terhadap dirinya yang sempat ramai diberitakan, Suryani jadi ragu-ragu
bicara.

Teman-teman Suryani di penampungan KBRI menuturkan perempuan yang tidak lulus SD itu memang selalu menyembunyikan kasusnya. Ia tidak pernah mau bercerita. "Ia lebih banyak menangis," tutur salah seorang TKI seperti dilaporkan wartawan detikcom Iin Yumiyanti dari Kuala Lumpur.

Kasus perkosaan terhadap Suryani versi Migrant Care Malaysia, menyatakan, perempuan asal Lombok itu disekap pasukan Rela selama satu bulan. Ia diperkosa dalam kondisi tangan dan kakinya diborbol. Mulutnya disumpal kain sehingga tidak bisa berteriak.

Perempuan yang pergi ke Malaysia setelah orang tuanya meninggal itu hanya diberi makan satu kali dalam sehari. Saat makan pun, keadaan tangan tetap di borgol, sehingga ia terpaksa makan seperti hewan. (iy/ken)


Berita Terkait