Sekitar 200 orang telah mendirikan gubuk di pinggiran lahan seluas 500 hektar di RT 4/7, Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (14/2/2008) sejak tahun 1980. Lahan yang diduga milik pengusaha terkenal itu terletak tepat di samping TPU Budi Darma.
Warga semula akan melakukan perlawanan atas penggusuran ini. Namun nyali mereka ciut saat berhadapan dengan 3.000 personel Satpol PP. Buldozer diterjunkan untuk meratakan gubuk-gubuk itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tahu ini bukan tanah kami. Tapi kami disini sudah 20 tahun lebih. Kami minta perhatian, kami ngungsi ke mana," kata Sofah (33).
Dengan kondisi cuaca yang buruk, warga takut akan kesehatan anak-anaknya. "Kasihan anak-anak. Mudah sakit," ujar Sofah.
Warga sebelumnya sempat mendatangi DPRD DKI Jakarta untuk membantu penundaaan pembongkaran. Namun, penggusuran tetap saja terjadi. (Ari/aan)











































