Seleksi Hakim Agung Diprediksi Telan Biaya Rp 2,4 Miliar

Seleksi Hakim Agung Diprediksi Telan Biaya Rp 2,4 Miliar

- detikNews
Kamis, 14 Feb 2008 16:26 WIB
Jakarta - Seleksi hakim agung tahun 2008 akan melalui dua periode. Setiap periode diprediksi bakal menelan biaya Rp 1,2 miliar.

"Tahun lalu, periode pertama habis sekitar Rp 2 miliar. Sedangkan periode kedua Rp 1,2 miliar. Untuk tahun ini per periode Rp 1,2 miliar dan akan ditekan lagi," ujar Kepala Biro Seleksi dan Penghargaan Komisi Yudisial (KY) Eddy Hary Susanto.

Hal itu disampaikan dia dalam keterangan pers di Kantor KY, Jl Abdul Muis, Jakarta, Kamis (14/2/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dana Rp 1,2 miliar itu nantinya akan membiayai tahapan-tahapan seleksi seperti wawancara, makalah, dan kesehatan. Pada periode pertama akan ada 18 nama yang diajukan ke DPR untuk selanjutnya dipilih lagi hingga akhirnya tersaring 6 orang.

Bagi yang berminat mengikuti seleksi hakim agung ini, bisa hadir ke Kantor KY langsung pada 25 Februari hingga 17 Maret 2008.

Untuk pelaksanaan tes kesehatan, KY menggandeng RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.

Ditempat yang sama, anggota KY Mustafa Abdullah mengatakan, meskipun penyeleksian dilakukan dalam dua periode, namun pada akhir Desember 2008 penyeleksian 14 hakim agung akan selesai.

"Dua periode dilakukan karena sebelumnya kami kesulitan mendapatkan calon-calon," ujar Mustafa.

Dia pun berharap, Mahkamah Agung (MA) dapat mengirimkan calon sebanyak-banyaknya, demikian pula pemerintah dan masyarakat. Sebab semakin banyak calon maka yang terpilih akan semakin berkualitas. Apabila calon dari pemerintah dan masyarakat tersaring, maka akan menjadi hakim nonkarir.

"Kalau ada yang tidak lolos pada seleksi tes periode pertama, bisa mengikuti lagi periode kedua," sambungnya.

Hakim agung yang terpilih pada periode pertama akan menduduki meja kerja bidang peradilan umum dan tata usaha negara. "Untuk yang militer belakangan, karena yang mendekati pensiun adalah hakim agung umum dan TUN," ujar anggota KY lainnya Soekotjo Soeparto.

"Tapi diharapkan yang mendaftar yang punya keahlian saja. Kalau tidak di bidangnya ya jangan," pesan dia.

Sebanyak 14 hakim agung baru sangat dibutuhkan tahun ini lantaran ada 12 hakim yang pensiun dan 2 orang yang meninggal dunia. Para hakim yang pensiun, memiliki tanggal dan bulan pensiun yang bervariasi antara Juli-Desember.

(nvt/umi)


Berita Terkait