Untuk menuju kursi Jateng 1, Eko Budihardjo mengaku didukung kalangan intelektual dan menengah. "Untuk kekuatan, ya dari kalangan kampus. Ada dosen, mahasiswa, rektor, bahkan juga seniman. Mereka menyatakan dukungan dan di belakang saya," ujar Eko usai mengikuti fit and proper test di kantor DPP PDIP, Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (14/2/2008).
Eko beralasan, para dosen dan rektor memiliki pengaruh terhadap mahasiswanya. Dia juga mengaku, langkahnya untuk maju sebagai cagub Jateng dari PDIP adalah untuk mengubah citra partai berlambang anteng moncong putih itu sebagai partai kalangan intelektual. Sebab, menurut dia, PDIP lebih dikesankan selama ini sebagai parpol kalangan bawah.
Meski demikian, Ketua Pembina Forum Rektor Indonesia ini mengatakan tetap akan menggaet kaum petani yang merupakan mayoritas di Jateng. "Tetap lakukan pendekatan. Tapi pendekatan politik kan bisa lewat tokoh-tokohnya. Nanti masyarakat petani tinggal ikut. Ini hanya untuk mengubah citra PDIP saja," cetus Eko.
Kandidat lain yang juga ikut dalam uji kelayakan ini antara lain Bibit Waluyo (mantan Pangdam), Ali Mufiz (incumbent/Pj Gubernur Jateng), Chaerul Rasyid (Mantan Kapolda Jateng), Imam Suroso (pengusaha), Muji Utomo, Sumaryoto (anggota DPR), dan Rutriningsih (Bupati Kebumen). (rmd/asy)











































