Dari Chatting, Kemudian Membunuh

Pembunuhan Mahasiswi (3)

Dari Chatting, Kemudian Membunuh

- detikNews
Kamis, 14 Feb 2008 13:40 WIB
Jakarta - Tiga sekawan, Dado, Acong dan Item kini meringkuk bersama di ruangan berukuran  3x2 meter, bersama 12 pesakitan lainnya di Polsek Cimanggis. Wajah penuh sesal tampak terlihat .

Dado, aktor pembunuhan Anita sempat meminta tolong kepada detikcom untuk menyampaikan permintaan maafnya kepada keluarga Anita. "Saya minta maaf dan sangat menyesal kepada keluarga anita karena kesalahan saya ini Anita telah pergi untuk selamanya. " katanya.

Mereka mengaku sangat menyesal. Sebab tujuan awal meraka hanya ingin merampas mobil, bukan membunuh. Apalagi Dado dan Acong merasa sudah berteman cukup lama dengan Anita.

Acong mengaku pernah berpacaran dengan Anita tahun 2003, kemudian bubar setahun kemudian. Setelah itu giliran Dado,  yang memacari Anita dan bertahan hanya enam bulan. Sekalipun putus,  mereka mengaku tetap bersahabat. Tidak jarang mereka kumpul bersama di sebuah kafe yang terletak di kawasan Kemang.

Perkenalan mereka dimulai melalui chatting. Dari situ perkenalan berlanjut hingga ke pacaran.  Sedari awal, Dado dan Acong sudah membohongi Anita. Misalnya, Acong dan Dado mengaku kuliah. Padahal, Acong  hanya lulusan sekolah dasar (SD). Sedangkan Acong,  Cuma lulusan SMP.

Keduanya juga diketahui sering meminta uang kepada Anita. Ini terbukti dari pengakuan Acong. Sebelum aksi pembunuhan terjadi, Anita yang merasa dibohongi Acong, sempat marah-marah dan menyebut berbagai pemberiannya kepada Acong.

Kriminilog Universitas Indonesia Adrianus Meliala melihat, kasus  Anita merupakan kasus khusus. Sebab  Seharusnya orang terdekat seperti sahabat dan keluarga merupakan pemberi kebahagiaan dan ketenangan bukan  membunuh.

Ia mengingatkan,  kalau sahabat atau pasangan sudah sering berbohong, dan marah-marah  tanpa alasan, itu sudah merupakan pertanda kalau pasangannya itu tidak bisa mengendalikan diri dan bisa membahayakan diri pasangan yang lain.

Sebelum peristiwa tragis itu terjadi, Rachmat, ayah Anita, merasa heran dengan  sikap Anita. Sebab ia meminta uang saku sebesar Rp 6 juta, untuk tiga bulan ke depan. Padahl biasanya, ia hanya meminta uang jajan bulanan yang besarnya Rp 2 juta.

Tapi ketika  pengusaha daging sukses ini bertanya, Anita hanya  menjawab "Biar sekalian aja." Rachmat juga  sempat mengingatkan Anita untuk tidak memakai mobil Honda Jazz tersebut.

Rachmat  menduga, sikap Anita lantaran tipu daya dan bujukan  Dado dan Acong. Sehingga anaknya  seperti itu.  Padahal, keduanya punya niat jahat, merampok dan membunuh  Anita.

Ia  membantah kalau anaknya pernah pacaran dengan pelaku. "Anita cerita kalau Acong suka padanya, namun ia tidak tertarik karena Acong pernah dipenjara," ujar bapak empat anak ini. Rachmat sendiri belum pernah bertemu dengan Acong.

Fauzan, adik korban, juga sempat dikenalkan kepada Dado dan Acong, pertengahan 2007. Saat itu ia sempat diajak  ke toko pakaian milik Acong di Plasa Artha Gading.

Sekalipun Anaknya telah meninggal akibat ulah keji Dado Cs, Rachmat terlihat berusha tabah. Ia hanya meminta aparat bisa menjerat korban sesuai hukum yang berlaku.

Sedangkan Nurzaroni, masih belum reda emosinya.  "Pelakunya biadab. Anak saya diperlakukan seperti binatang," Kini ketiganya dikenakan pasal 340, 338 dan 365 dengan ancaman hukuman penjara minimal 20 tahun penjara. (ron/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads