Kesurupan terjadi sejak pukul 08.00 wita. Dua orang siswi tiba-tiba menjerit. Salah satunya meminta agar pihak sekolah menabur bunga di reruntuhan sekolah yang dirubuhkan. "Kamu harus tabur bunga, baru saya keluar," ujar siswi itu sambil meronta-ronta.
Setelah dua orang ini dipulangkan dan permintaannya telah dikabulkan, kesurupan yang menjalar ke siswi yang lain sempat mereda. Namun, sekitar pukul 11.00 wita, tiba-tiba 8 siswi secara bergantian juga mengalami kejadian serupa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guru-guru berusaha menenangkan siswa dengan cara menyirami siswi yang kesurupan dengan air di kepalanya. Setelah itu, mereka pun dibawa ke musala. Di sana, guru dan murid bersama-sama membaca Alquran.
Kejadian kesurupan ini mulai terjadi sejak bangunan peninggalan Belanda di sekolah tersebut dirubuhkan. Di sekolah ini, gedung yang dijadikan kelas memang sebagian merupakan bangunan peninggalan Belanda. Bisa jadi para 'penghuni' gedung tersebut mengamuk karena 'markasnya' digusur. (gun/djo)











































