"Kita sudah pesan tapi belum datang. Pemesanan alutsista tersebut itu sebagai pengganti armada yang sudah tua," ujar Sumardjono usai memimpin upacara sertijab 2 Panglima Komando utama (Pangkotama) TNI AL di Markas Komando Armada RI Kawasan Timur, Ujung, Surabaya, Kamis (14/2/2008).
Sayangnya, Sumardjono mengaku lupa berapa jumlah tank yang dipesan. Yang pasti saat ini Tank yang dipesan dari Korea Selatan itu masih dalam proses negosiasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumardjono menjelaskan, jumlah armada tempur yang dimiliki TNI AL yang sudah berumur tua sangat banyak dan tidak bisa diprosentasekan. Tetapi pihaknya sudah mulai meremajakan armada itu sejak tahun 1987 - 1997.
"Jumlahnya sangat banyak dan semua mempunyai spesifikasi berbed-beda, sehingga kami tidak bisa memprosentasekannya. Tapi kalau boleh saya bilang sekitar 90%," urai Sumardjono.
Dalam kesempatan itu, Sumardjono menjelaskan pihaknya juga telah mengusulkan kenaikan pangkat bagi 7 prajurit marinir yang meninggal saat latihan tempur bersama di Situbondo.
"Sudah kita usulkan. Tetapi biasanya proses administrasinya memakan waktu hampir setahun," tandas Sumardjono.
(bdh/mly)











































