Alfredo Reinado, pemimpin pemberontak yang tewas dalam kejadian di Dili itu, mendatangi rumah Horta untuk menculik peraih Nobel Perdamaian itu. Namun itu tidak berjalan sesuai rencana. Horta tertembak dan Alfredo tewas.
Demikian diungkapkan sumber-sumber yang tahu soal investigasi yang dipimpin oleh kepolisian PBB itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demikian seperti dilansir harian Sydney Morning Herald, Kamis (14/2/2008). "Semua bukti-bukti mengarah ke penculikan ganda (Horta dan Xanana)," ujar sumber tersebut.
Horta mengalami luka serius akibat aksi penembakan di luar rumahnya pada Senin 11 Februari lalu. Sedangkan Xanana lolos tanpa cedera dalam penyerangan di hari yang sama.
(ita/sss)











































