"Kesetaraan gender di Indonesia sangat bagus karena budaya di sana memungkinkan," kata Menteri Pembangunan Perempuan, Keluarga dan Masyarakat, Dato Sri Shahrizat Abdul Jalil dalam dialog dengan wartawan Indonesia yang berkunjung ke Malaysia tekait program Malaysia International Visitors' Programme, Rabu (13/2/2008), seperti yang dilaporkan reporter detikcom Iin Yumiyanti.
Sistem Pemilu di Malaysia tidak memberikan peluang bagi perempuan Malaysia untuk bisa menjadi perdana menteri. Di Malaysia, perdana menteri berasal dari UMNO, partai politik berkuasa di Malaysia. Sementara kepemimpinan UMNO didominasi kaum pria.
Mengingat kondisi politik tersebut Shahrizat yang juga seorang politisi dari wilayah Bangsar tidak mau menjelaskan target karir politiknya. "Semua keputusan diambil president party. Saya tidak tahu apakah saya akan kembali ke kabinet. Saya hanya menyelesaikan kerja saja," kata perempuan cantik itu.
Tentang poligami yang menjadi isu panas kaum perempuan, Syahrizat pun menentangnya. "Tidak ada perempuan di duni ini yang mau dipoligami," tandas Syahrizat.
(iy/gah)











































