Sayangnya, PBNU belum bisa mengakomodasi hal itu. "Saya katakan sampai saat ini yang masuk NU hanya WNI. Tidak tahu bagaimana Muktamar NU yang akan datang, apakah hal tersebut bisa diterima atau tidak,” kata Ketua PBNU Hasyim Muzadi.
Hal tersebut disampaikannya di hadapan Presiden Sudan Omar Al-Bashir pada acara pembukaan Al majlisul a'la Li da'matil Islamiyah di Khartoum dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (13/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan sampai ada campur tangan asing. Satu-satunya yang relevan hanya PBB," katanya.
Indonesia, lanjut Hasyim, sangat menaruh perhatian terhadap Sudan. Hal itu telah ditunjukkan dengan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan negara pengkspor minyak tersebut.
"Indonesia adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Sudan," ungkapnya.
(gah/gah)











































