Keseriusan itu tertuang dalam acara simulasi pengamanan Pilkada Sumut di halaman Mapolda Sumut, Jl. Medan β Tanjung Morawa, Medan, Rabu (13/2/2008).
Proses simulasi ini melibatkan satuan anti huru-hara dan anti teror. Sejumlah kenderaan taktis dan mobil anti huru-hara seperti water canon terlihat mempraktekkan cara penyelamatan para pejabat dari berbagai ancaman, termasuk teror bom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djoko menambahkan, Polda Sumut akan mengerahkan sekitar 6.500 personelnya untuk mengamankan proses Pilkada. Mereka akan ditempatkan di kawasan-kawasan strategis, seperti Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumut, objek-objek vital dan serta kediaman para calon gubernur.
Besarnya jumlah personel yang disiagakan ini, kata Djoko, untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk potens kerusuhan yang terjadi dalam pelaksanaan pilkada.
Acara simulasi ini juga dihadiri oleh Ketua KPUD Sumut Irham Buana Nasution, Sekda Provinsi Sumut Muchyan Tambuse, para Kapolres se-Sumatera Utara serta dan dari unsur TNI di jajaran Kodam I Bukit Barisan. (rul/djo)











































