Puluhan Ibu Berjubah Pink Minta Susu Bayi Gratis

Puluhan Ibu Berjubah Pink Minta Susu Bayi Gratis

- detikNews
Rabu, 13 Feb 2008 11:18 WIB
Jakarta - Jubah-jubah pink yang dikenakan puluhan kaum ibu itu berkibar ditiup angin. Di bawah mendung langit Jakarta, para ibu meminta makanan dan susu bayi gratis.

Aksi serba pink ibu-ibu itu digelar di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, Rabu (13/2/2008) sejak pukul 10.00 WIB. Hingga pukul 11.00 WIB aksi tersebut masih berlangsung. Beberapa pendemo bahkan membawa bayi dan balita.

Pada jubah yang mereka pakai ditempeli berbagai kertas dengan tulisan antara lain "Asupan bayi tersendat", "Menkes, mana tambahan gizi balita?" dan "Rakyat miskin cemas biaya persalinan".

Spanduk pink bertuliskan "APBN Depkes naik terus, kok kematian ibu dan bayi meningkat? Menkesnya santai-santai aja tuh" juga turut dibentangkan.

Ratna (55) ikut berdemo sambil menggendong cucunya yang masih berusia 5 bulan. Aksinya dikarenakan kesulitan yang dialaminya saat akan mengambil sang cucu usai persalinan di RS.

"Saya disuruh mengeluarkan Rp 2,5 juta. Bayangkan saja, ayahnya saja cuma kerja sebagai tukang sapu dengan gaji hanya Rp 500 ribu per bulan. Dari mana uang sebanyak itu untuk menebus cucu saya," ujarnya.

Ibu-ibu yang ikut dalam aksi berharap, pemerintah bersedia memberikan makanan dan susu bayi gratis untuk warga yang tidak mampu. Sebab saat ini banyak harga barang kebutuhan yang membumbung.

Dalam aksi tersebut, ikut serta pula Sinta Bela yang mengaku lumpuh setelah disuntik tetanus. Gadis kecil itu datang dengan menaiki kursi roda yang didorong sang ibu, Nani.

Karena lumpuh, Sinta Bela kesulitan untuk pergi sekolah. Akibatnya, dia tidak melanjutkan pendidikannya. Meski demikian, bocah itu kerap belajar sendiri saat di rumah.

"Waktu itu saya disuruh bawa dia ke RSHS Bandung. Tapi di sana ternyata tidak diberi pelayanan apa-apa. Akhirnya dirujuk ke RS Fatmawati. Di RS tersebut saya tidak punya uang untuk pengobatan. Sampai saat ini dirawat di rumah saja," ujar Nani.

Direktur Eksekutif Lembaga Peduli Ibu dan Bayi Rika Damayanti  mengatakan, aksi sengaja digelar sehari menjelang Hari Valentine. Sebab Valentine diidentikkan sebagai hari kasih sayang terhadap orang lain.

"Kita di sini menunjukkan kepedulian kita terhadap ibu dan bayi, juga korban malpraktek," kata Rika.

Disampaikan dia, angka kematian ibu di Indonesia berkisar antara 300-400 kematian ibu per 100 ribu kelahiran hidup. Angka ini cukup tinggi jika dibandingkan di negara maju yang hanya 10 kematian per 100 ribu kelahiran hidup.

"Ini menunjukkan masih buruknya kesehatan ibu dan bayi yang baru lahir," ucap Rika. (nvt/sss)


Berita Terkait