"Itu kita beli sendiri, dan pembayarannya sudah selesai pada 2007," ujar Dirjen Perhubungan Udara Dephub Budhi M Suyitno dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (13/2/2008).
Namun dia enggan menyebutkan berapa harga body scanner. "Gak ruh (nggak tahu) aku," elaknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau sudah lunas, mengapa barang yang datang belum lengkap? "Mungkin itu terkait pengiriman saja," imbuhnya.
Budhi membenarkan, saat ini pengoperasian body scanner masih dalam tahap uji coba. Sosialisasi penggunaan alat, menurutnya, harus dibarengi dengan pelaksanaan. "Agar tidak kaget, dan jadi terbiasa," kata dia.
Umumnya body scanner tidak berbaya bagi kesehatan. Bagi pengguna pacu jantung, saat memasuki alat itu, akan terdengar bunyi. "Ya seperti kalau di walk through, pasti akan bunyi," cetus Budhi.
Humas Angkasa Pura II M Wasfan juga mengatakan alat itu masih dalam tahap penyiapan. Apabila telah sesuai standar, maka akan digunakan secara normal.
"Ini kan demi keselamatan penerbangan. Alat itu sudah ada sekitar 2 minggu dan kita masih lihat operasionalnya," kata dia.
(nvt/nrl)











































