KPK Bakal Turun Tangan Bila Ada Mark Up Body Scanner Bandara

KPK Bakal Turun Tangan Bila Ada Mark Up Body Scanner Bandara

- detikNews
Rabu, 13 Feb 2008 09:36 WIB
Jakarta - Departemen Perhubungan membeli 3 unit body scanner ProVision yang dipasang di 3 bandara internasional untuk meningkatkan keamanan. Berapa anggaran yang dibelanjakan untuk membeli alat canggih itu, belum jelas benar.

Sejumlah pejabat Dephub yang dikonfirmasi mengaku tidak tahu. Koran AS edisi 2007 menyebut harga alat itu USD 140 ribu atau setara Rp 1,29 miliar.

Gosip yang beredar, alat yang diimpor oleh Dephub bernilai Rp 3 miliar/unit. "Apakah itu mark up atau tidak, kita belum tahu, kita akan telusuri," ujar Wakil Ketua KPK Bidang Pengawasan Internal Pengaduan Masyarakat Haryono kepada detikcom, Rabu (13/2/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Haryono, bila pembelian alat tersebut terdapat unsur pidana maka KPK akan melakukan penyelidikan. Kemudian akan dilihat apakah akan dilimpahkan ke kejaksaan dan kepolisian atau KPK yang akan turun tangan. "KPK menangani korupsi senilai Rp 1 miliar ke atas," jelas Haryono.

Namun Haryono belum mengetahui apakah sudah ada pengaduan dari masyarakat ke KPK mengenai hal itu. "Nanti saya tanyakan di bagian pengaduan masyarakat apakah infonya sudah masuk atau belum," kata dia. (nik/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini