Malaysia Bantah Tamak

Laporan dari Kuala Lumpur

Malaysia Bantah Tamak

- detikNews
Rabu, 13 Feb 2008 09:03 WIB
Kuala Lumpur - Malaysia membantah sengaja memanfaatkan kelemahan Indonesia dalam mengelola perbatasan untuk kemudian mengklaim perbatasan tersebut sebagai wilayahnya. Malaysia cukup berpuas diri dengan wilayah yang kini telah dimilikinya. Malaysia pun membantah telah bersikap tamak.

"Tidak. Kita tidak ambil peluang seperti itu," kata Menteri Luar Negeri Malaysia Syed Hamid Albar dialog dengan 20 wartawan Indonesia yang mengikuti Malaysia Internasional Visitors' Programme di Kantor Departemen Luar Negeri Malaysia, Putrajaya, Selasa (13/2/2008).

Syed Hamid menuturkan, ia telah melakukan perbincangan dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Hasan Wirajuda tentang konflik antara Indonesia dan Malaysia. Sebenarnya dalam tingkatan pemerintah dengan pemerintah hubungan RI-Malaysia tidak ada masalah. Masalah timbul dalam hubungan rakyat dengan rakyat. Rakyat Indonesia, kata Syeh Hamid mengutip Hassan, rupanya mempunyai sensitivitas yang tinggi setelah Sipadan dan Ligitan lepas dari Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dianggapnya Malaysia tamak. Dalam kasus (Sipadan dan Ligitan) Malaysia menang atas hukum. Jadi tidak seharusnya ini menimbulkan masalah. Pemerintah Indonesia sebaiknya memberikan penjelasan apa yang terjadi," kata Syed Hamid.

Menghadapi konflik antara Indonesia dengan Malaysia, Syed Hamid menyatakan, kedua negara harus mengubah mindset. Kasus jangan dilihat dari sudut konfrontasi, tapi harus dilihat dari segi masa depan ekonomi kedua negara.

"Jangan cari siapa yang salah. Tapi lihat masalahnya. Jangan dilihat dari kontek emosi lagi," kata Syed Hamid. (iy/mly)


Berita Terkait