Malaysia Minta RI Memperpanjang Pelatihan untuk Pembantu

Laporan dari Kuala Lumpur

Malaysia Minta RI Memperpanjang Pelatihan untuk Pembantu

- detikNews
Rabu, 13 Feb 2008 07:56 WIB
Kuala Lumpur - Setiap tahun Tenaga Kerja Indonesia (TKI) khususnya yang bekerja sebagai pembantu menjadi isu besar antara Indonesia dengan Malaysia. Penyebab utama kasus tersebut adalah rendahnya keahlian pembantu yang dikirim dari Indonesia. Maka itu Malaysia minta Indonesia agar memperpanjang latihan bagi calon pembantu yang akan dikirim ke Malaysia.

Selama ini latihan bagi calon pembantu yang dikirim ke Malaysia hanya 3-5 hari. Padahal untuk pembantu yang dikirim ke Hongkong, pelatihannya bisa sampai satu bulan. "Kami sarankan agar latihan diperlama, mungkin selama satu mingu," kata Dirjen Kementerian Tenaga Kerja Malaysia Dato Ismail Haji Abdul Rahim.

Hal itu disampaikan Dato Ismail dalam dialog dengan 20 wartawan Indonesia yang mengikuti Malaysia Internasional Visitors' Programme di Kantor Kementerian Tenaga Kerja Malaysia, Putrajaya, Selasa (13/2/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelatihan untuk memastikan calon pembantu bisa menguasai peralatan yang sering dipakai oleh rumah tangga di Malaysia. Selain itu, dalam pelatihan, calon pembantu juga harus diberi pengetahun tentang peraturan atau undang-undang yang ada di Malaysia dan cara melapor bila mereka mengalami kasus.

Mengenai saran Duta Besar Malaysia untuk Indonesia agar pembantu Indonesia dibekali kamus bahasa Malaysia, dinilai Dato Ismail bukan masalah penting. Budaya dan bahasa Indonesia banyak yang sama arti meski ada sedikit perbedaan. Sebenarnya soal budaya tidak akan menjadi masalah jika TKI dari Indonesia memiliki keahlian. (iy/mly)


Berita Terkait