Selama ini latihan bagi calon pembantu yang dikirim ke Malaysia hanya 3-5 hari. Padahal untuk pembantu yang dikirim ke Hongkong, pelatihannya bisa sampai satu bulan. "Kami sarankan agar latihan diperlama, mungkin selama satu mingu," kata Dirjen Kementerian Tenaga Kerja Malaysia Dato Ismail Haji Abdul Rahim.
Hal itu disampaikan Dato Ismail dalam dialog dengan 20 wartawan Indonesia yang mengikuti Malaysia Internasional Visitors' Programme di Kantor Kementerian Tenaga Kerja Malaysia, Putrajaya, Selasa (13/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai saran Duta Besar Malaysia untuk Indonesia agar pembantu Indonesia dibekali kamus bahasa Malaysia, dinilai Dato Ismail bukan masalah penting. Budaya dan bahasa Indonesia banyak yang sama arti meski ada sedikit perbedaan. Sebenarnya soal budaya tidak akan menjadi masalah jika TKI dari Indonesia memiliki keahlian. (iy/mly)











































