Malaysia Pede Bisa Masuk Top 50 Pendidikan Dunia

Laporan dari Kuala Lumpur

Malaysia Pede Bisa Masuk Top 50 Pendidikan Dunia

- detikNews
Rabu, 13 Feb 2008 06:03 WIB
Kuala Lumpur - Untuk masalah pendidikan, Indonesia harus mengakui telah disalip Malaysia. Indonesia masih sibuk berdebat soal 20 persen anggaran pemerintah untuk pendidikan. Sedangkan Malaysia sudah menetapkan target yang jelas dan sokongan anggaran yang besar.

Pemerintah Malaysia telah mengucurkan 30 persen anggaran pemerintah untuk pendidikan. Mereka mantap mengucurkan dana besar karena pendidikan menjadi prioritas utama bagi pemerintah Malaysia. Yang terbesar dari dana itu digunakan untuk pembiayaan pendidikan dasar.

Saat ini, untuk masalah pendidikan Malaysia berada di rangking 243 dunia . Mereka mentargetkan masuk 50 besar terbaik dunia. "Kami percaya diri target ini akan tercapai, dengan kerja keras yang kami lakukan dan sokongan dana yang besar," kata Menteri Pendidikan Malaysia Dato Mustafa Mohamed.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu disampaikan Dato Mustafa dalam dialog dengan wartawan Indonesia yang mengikuti Malaysia Internasional Visitors' Programme di Kantor Kementerian Pendidikan Malaysia, Putrajaya, Selasa (13/2/2008).

Meski anggaran cukup besar, Dato Mustafa mengaku jumlah tersebut masih kurang. Sang Dato sering endapat tekanan dari para rektor universitas di Malaysia agar anggaran pendidikan dinaikkan lagi. Tapi tekanan tersebut sulit untuk dikabulkan karena pemerintah Malaysia juga harus membiayai sektor lainnya.

"Sejauh ini kami cukup gembira dengan dana tersebut. Pemerintah sangat mendukung pendidikan," tegas Dato Mustafa.

Dengan dana sebesar itu, Malasyia bisa memberikan beasiswa dan pinjaman bagi mahasiswanya.

Kalahkan RI

Untuk saat ini jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Malaysia lebih tinggi jika dibandingkan jumlah mahasiswa Malaysia yang belajar di Indonesia. Mahasiswa Indonesia di Malaysia berjumlah 6 ribu orang. Sementara mahasiswa Malaysia yang belajar di Indonesia hanya 4.500 orang.

Menurut Dato Mustafa, mahasiswa Indonesia lebih memilih Malaysia karena biayanya yang lebih terjangkau. Jika dibandingkan Asutralia, biaya pendidikan di Malaysia jauh lebih murah. (iy/mly)


Berita Terkait