Kombinasi Karel - Assegaf Dinilai Pas Pimpin Maluku

Kombinasi Karel - Assegaf Dinilai Pas Pimpin Maluku

- detikNews
Selasa, 12 Feb 2008 22:53 WIB
Jakarta - Suksesi kepemimpinan Gubernur Provinsi Maluku akan di gelar tahun ini. Tensi politik di daerah itu pun makin menghangat. Setelah incumbent Gubernur Brigjen TNI (Purn) Karel Alberth Ralahalu secara resmi dicalonkan PDI Perjuangan untuk cagub di Pilkada mendatang, teka-teki siapa yang pendampingnya terus bergulir.

Meski DPP PDIP menyerahkan siapa bakal pendampingnya kepada Karel, Sekda Pemprov Maluku Said Assagaff disebut-sebut berpeluang besar.

"Jika Karel disandingkan dengan Said Assagaff untuk memimpin Maluku, kami yakin beliau berdua adalah kombinasi yang pas. Apalagi Said  Assagaff menguasai bidangnya sebagai birokrat murni ditambah dedikasi terhadap dunia Muslim sangatlah besar," ujar Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Cabang Seram Bagian Barat, Thamrin Nain dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikcom, Selasa (12/2/2008).

Menurut Thamrin, pasangan Karel-Said dinilai memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, jujur, bersih, merakyat, menguasai karakteristik sosial, budaya dan pluralisme masyarakat Maluku.

Thamrin beralasan, dari fatsoen politik yang berlaku di Maluku selama ini setelah semakin kondusifnya kondisi keamanan dan pulihnya rekonsiliasi pascakerusuhan.

Thamrin juga menyebutkan, tidak kurang dari 120 raja dan kepala desa se-Kabupaten Maluku tenggara, raja se-Kabupaten Buru, Maluku Tenggara, Seram Bagian Barat sepakat mendukung pancalonan Assagaff sebagai pendamping Karel

Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Anshor Maluku, Sagap Kelrey menambahkan, cagub dan cawagub Maluku tidak boleh terkontaminasi dengan konflik yang terjadi Maluku bahkan secara aktif menjadi mediator penyelesaian konflik tersebut.

"Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur adalah putra daerah yang mengetahui kondisi sosial budaya serta adat istiadat rakyat Maluku. Yang tidak kalah pentingnya, cagub dan cawagub harus memiliki kemampuan manajerial kepemimpinan," pungkas Sagap.

Selain Said Assagaff yang hingga saat ini masih memegang jabatan Sekda Provinsi Maluku, tercatat nama-nama seperti Abuhai Tuasikal seorang notaris  yang sejak tahun 1999 bermukim di Jakarta, Mantan  Kapolda Maluku, Bugis Saman yang menetap di Jakarta, pengusaha asal Surabaya Basa Alim  Tualeka serta anggota DPRD Sulawesi Barat, Maksud Samal Tomaidi.
(rmd/mly)


Berita Terkait