Body Scanner Diimpor Agar Petugas Tak Lagi Raba-raba Penumpang

Body Scanner Diimpor Agar Petugas Tak Lagi Raba-raba Penumpang

- detikNews
Selasa, 12 Feb 2008 17:12 WIB
Jakarta - Jika kita memasuki Bandara Soekarno-Hatta maka harus melewati detektor metal walk through.

Jika alarm berbunyi, petugas bandara langsung meraba-raba tubuh kita, mencari barang mencurigakan yang membuat alarm berbunyi. Tapi dengan alat body scanner raba-raba petugas dapat dihindari.

"Jadi nggak perlu diraba-raba, nggak sopan bila ada alat di tubuh yang mencurigakan," ujar Kepala Puskom Publik Dephub Bambang S.Ervan kepada detikcom, Selasa (12/2/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Bambang, body scanner dipasang bukan untuk para pengedar narkoba. "Kalau narkoba itu urusan polisi dan BNN. Alat itu untuk menscan benda logam yang tajam. Ballpoint bisa kelihatan," tutur Bambang.

Berapa harga body scanner itu? Bambang mengaku tidak tahu menahu. "Saya belum tahu, nanti saya cek lagi," kilah dia.

Pada 2007, gedung pengadilan di Colorado AS membeli alat itu senilai USD 140 ribu atau setara Rp 1,29 miliar. Sumber detikcom menyebutkan satu unit body scanner yang beroperasi di 3 bandara di Indonesia seharga Rp 3 miliar. Hingga kini belum ada pejabat berwenang yang memastikan harga per unitnya.
(nik/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini