Hal itu mengemuka dalam pertemuan Dubes RI untuk Hongaria merangkap Kroasia, Bosnia Herzegovina dan Macedonia Mangasi Sihombing dengan Ketua Parlemen Kroasia Luka Bebic di gedung Parlemen Kroasia (Hrvatski Sabor), Zagreb.
Alasannya demi mempermudah pengusaha dan wisatawan Kroasia berkunjung ke Indonesia serta memperhatikan potensi dan peningkatan hubungan ekonomi bilateral Kroasia-Indonesia terutama sektor perdagangan dan pariwisata, demikian Korfungsi Infososbud KBRI Budapest Arena Sri Victoria kepada detikcom hari ini, Selasa (12/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya antara Kroasia dan Indonesia telah ada perjanjian bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas. Perjanjian ini ditandatangani pada 2004 dan telah memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan hubungan baik kedua negara.
Uni Eropa
Pemberian fasilitas VoA kepada warga negara Kroasia dapat mendorong mereka untuk datang dan berpotensi memberi keuntungan ekonomi bagi Indonesia, apalagi negeri itu dalam proses integrasi ke Uni Eropa (UE).
Dalam rangka mempercepat proses integrasi UE, Kroasia terus berupaya meningkatkan perekonomiannya antara lain dengan mengoptimalkan pembangunan infrastruktur fasilitas pelabuhan Rijeka, Ploce dan Split, termasuk akses distribusi ke kawasan Eropa Barat dan negara-negara Balkan melalui jalur kereta dan sungai sebagai jalur alternatif.
Saat ini tengah dilakukan pembangunan kanal di Sungai Drava yang akan dihubungkan dengan Sungai Danube, sehingga distribusi barang dapat menjangkau negara-negara yang dilaluinya seperti Perancis, Jerman, Austria, Hungaria, Serbia, Bulgaria dan Rumania.
Dengan adanya fasilitas pelabuhan yang memadai dan kemudahan akses distribusi, diharapkan potensi Kroasia sebagai pusat distribusi di kawasan juga dapat dimanfaatkan oleh para pengusaha Indonesia.
(es/es)











































