Marinir AS Perkosa Anak Perempuan, PM Jepang Geram

Marinir AS Perkosa Anak Perempuan, PM Jepang Geram

- detikNews
Selasa, 12 Feb 2008 16:05 WIB
Tokyo - Seorang marinir AS lagi-lagi dituduh memperkosa seorang anak perempuan berusia 14 tahun di Okinawa, Jepang. Kasus ini menimbulkan kegeraman Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda dan petinggi lainnya. Mereka muak dengan kejahatan yang dilakukan pasukan AS di negeri Sakura itu.

"Ini tidak akan pernah bisa dimaafkan," tegas Fukuda di depan anggota parlemen seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (12/2/2008).

Diingatkan Fukuda, kasus seperti ini sudah berulang kali terjadi di masa lampau. "Namun ini terjadi lagi. Saya mengangap ini sangat serius," kata Fukuda geram.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Marinir AS tersebut, Tyrone Luther Hadnott ditangkap Senin 11 Februari lalu atas tuduhan pemerkosaan yang terjadi di dalam mobilnya. Hadnott awalnya membantah tuduhan itu. Menurutnya, dia hanya memeluk gadis kecil itu dan menciumnya dengan paksa.

Namun jaringan NTV Jepang melaporkan, Hadnott akhirnya mengaku kalau dia telah memasukkan tangannya ke celana dalam remaja putri tersebut.

Menurut kepolisian Jepang, Hadnott bertemu dengan korban di Okinawa dan menawarkan untuk mengantarnya pulang. Namun pria AS itu malah membawanya ke rumahnya dan di sanalah terjadi pemaksaan tersebut.

Namun ketika korban mulai menangis, Hadnott mengantarkannya pulang. Jenderal Bruce Wright, komandan pasukan AS di Jepang mengatakan, tuduhan ini "membuat kami semua sedih."

"Kami akan terus bekerja sama dengan otoritas lokal Jepang dan menekankan wajibnya standar tertinggi perilaku bagi anggota militer AS," tegas Wright.

Ungkapan kemarahan juga dilontarkan Menteri Luar Negeri Jepang Masahiko Komura. "Cukup sudah. Mengingat dia dalam tahanan Jepang, kami melakukan investigasi menyeluruh berdasarkan hukum dan bukti," kata Komura kepada wartawan di Tokyo.

Okinawa telah lama menjadi basis pasukan AS di Jepang dan banyak aksi protes menentang keberadaan pasukan AS di wilayah tersebut. Kemarahan warga memuncak dalam bentuk aksi protes besar-besaran pada tahun 1995 setelah tiga marinir AS bergiliran memperkosa seorang anak perempuan berumur 12 tahun. (ita/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads