Demo berawal dari Bundaran Air Mancur, Jalan Pahlawan, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/2/2008). Pendemo yang tergabung dalam KAMMI membawa beberapa poster, spanduk, dan karangan bunga.
Usai berorasi Bundaran Air Mancur, pendemo menuju Kantor Bulog Jateng yang jaraknya hanya 200 meter dari lokasi awal. Di sana, beberapa pegawai Bulog dan puluhan polisi sudah menghadang di pintu gerbang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendemo agak 'panas' setelah melihat seorang pegawai Bulog yang menggoyangkan tubuhnya seperti menyindir mahasiswa yang gagal masuk kantornya. Adu dorong antara pegawai Bulog dan mahasiswa pun terjadi
selama beberapa menit.
Saking emosionalnya dorong-dorongan itu, seorang jurnalis televisi sempat terjatuh dan luka di bagian tangan. Polisi yang menghadang mahasiswa tak terlalu 'ikut campur' dan hanya menjadi pagar betis pintu gerbang.
Karena tak ingin tindak anarkhi terjadi, Wakil Kepala Bulog Faris Bachtiar meminta pegawainya membukakan pintu gerbang. Pendemo akhirnya ditemui pejabat Bulog.
Para mahasiswa itu meminta kualitas raskin diperbaiki dan jatahnya ditambah. "Pengurangan isi kantung dari 10 Kg menjadi 8 Kg juga harus dihapus," kata seorang pendemo.
(try/djo)











































