Data yang dilansir Pemkab Garut menyebutkan dari 811 rumah tersebut, sebanyak 293 di antaranya rusak parah. Kerusakan terutama menimpa pada bagian atap rumah.
"Kondisi paling parah dialami warga di Kecamatan Pakenjeng, Garut Selatan. Di tempat ini 446 rumah rusak, 104 di antaranya rusak parah," kata Humas Setda Garut Dikdik Hendrajaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terakhir terjadi semalam jam 20.00 WIB. Angin kencang bertiup hingga 2 jam lamanya. Warga berlarian mencari tempat yang aman," kata Nenah (60), warga Kecamatan Pakenjeng, Selasa (12/2/2008).
Hingga saat ini belum ada bantuan yang diterima para korban puting beliung. Warga yang rumahnya rusak parah, mengungsi ke rumah kerabat yang masih aman.
Kerusakan memang sebagian besar dialami rumah warga yang tinggal di kawasan perbukitan. Sedangkan rumah warga yang berada di tepi tebing relatif aman dari terjangan puting beliung.
Bencana alam ini bukan baru pertama kali terjadi di Garut Selatan. Pada tahun 2007 lalu peristiwa serupa juga terjadi dan menyebabkan 1.529 rumah rusak. Angin puting beliung di kawasan tersebut biasanya terjadi antara bulan Januari hingga Maret. (djo/nrl)











































