DPR Akan Permasalahkan Jika Scanner Canggih Di-Mark Up

DPR Akan Permasalahkan Jika Scanner Canggih Di-Mark Up

- detikNews
Selasa, 12 Feb 2008 13:57 WIB
DPR Akan Permasalahkan Jika Scanner Canggih Di-Mark Up
Jakarta - Komisi Perhubungan DPR akan mempermasalahkan bila pengadaan alat body scanner ProVision yang canggih di-mark up.

Sumber detikcom menyebutkan alat itu di negeri asalnya 'hanya' berharga USD 100 ribu/unit. Namun Indonesia perlu merogoh hingga Rp 3 miliar/unit.

"Wah mahal sekali. Kalau informasi itu benar, kami akan segera panggil mereka untuk menjelaskan itu. Kenapa harganya bisa mahal sekali," ujar anggota Komisi V DPR Abdullah Azwar Anas pada detikcom, Selasa (12/2/2008). Pejabat Dephub RI belum bisa dikonfirmasi soal kebenaran harga scanner yang mampu menembus tulang belulang manusia ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anas menuturkan, DPR memang merekomendasikan agar Dephub membeli alat yang dapat melihat lebih detail, untuk dipasang di bandara. Rekomendasi tidak menyebutkan merek produk atau pun kisaran harga. "Dulu hanya membahas untuk membeli alat yang dapat melihat lebih detail saja," ujar Anas.

Anas menuturkan, untuk keselamatan bandara, perlu ada pengecekan mendalam para orang yang lalu-lalang di bandara.

"Masalahnya yang kita kritik, bahan-bahan berbahaya biasanya tidak lewat X-ray, tapi lewat kargo. Keselamatan pesawat tidak hanya di pilot, tapi semuanya terkait, dari kargo dan bawaan penumpang. Di sini saya berharap administrator bandara bisa bekerja maksimal," demikian Anas.

(ary/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads