"Jadi kan itu perlu waktu yah. Tidak seperti yang teman-teman wartawan perkirakan, hari ini evaluasi, hari ini jadi, karena jumlahnya banyak," kata KSAL Laksamana TNI Sumardjono.
Hal ini disampaikan dia usai serah terima jabatan Komandan Korps Marinir Mayjen Mar TNI Nono Sampono kepada Brigjen Mar TNI Djunaidi Djahari di Markas Brigif II Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (12/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi alutsista tua memang yang kelahiran tahun 1962. Tapi itu sudah dilaksanakan retrofit, artinya sudah diremajakan kembali. Kalaupun bodi lama, tapi mesin dan senjatanya baru," jelasnya.
Sumardjono menjelaskan, memang ada rencana pengadaan dan sudah diprogramkan oleh pemerintah sebagai penggganti sebagian ranpur yang ada sekarang. Jumlahnya berapa, tinggal disesuaikan dengan kemampuan pemerintah melalui fasilitas kredit ekspor tahun 2006.
"Tahapannya ada di Dephan. Wong kita tidak serta merta, karena proses administrasi memerlukan waktu," ujarnya.
Ditambahkan Sumardjono, pengadaan ranpur diharapkan dibeli dari luar negeri, karena termasuk barang yang canggih. Diharapkan, pengadaan dari luar negeri bisa dibarengai dengan transfer of technology.
"Kita harus bisa menarik teknologinya, jangan cuma membeli, agar kita bisa bikin sendiri," ucapnya lagi. (zal/sss)











































