"Wah mahal sekali itu," jawab Kepala Cabang PT Angkasa Pura II Haryanto saat ditanya berapa harga alat buatan AS itu, Selasa (12/2/2008).
Indonesia terbilang canggih akan menggunakan alat tersebut karena belum banyak yang memanfaatkannya. "Alat ini masih jarang dipergunakan," imbuh Haryanto pada detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Kepala Administrator Bandara Soekarno-Hatta Herry Bakti membenarkan harga ProVision miliaran rupiah. "Kalau harga saya lupa. Tapi iya miliaran," ujarnya.
Herry menuturkan, alat itu akan dipasang di Bandara Soekarno-Hatta tahun ini. ProVision juga akan dipasang di Bali dan Batam.
Body scanner ProVision berupa satu ruangan kecil setinggi pintu detektor. Orang yang akan discan mesti memasuki alat itu, lalu mengangkat tangannya. Sebuah alat di scanner itu nanti akan berputar. Pemeriksaan selesai.
Hasil deteksi itu dilihat petugas lewat layar monitor.Β Proses pemindaian hanya butuh waktu beberapa detik. Produsen ProVision mengklaim alatnya bisa memindai 600 orang tiap jam.
(nrl/nrl)











































