"Sesuai kode etik dan permintaan dari Konsulat Australia, hasil otopsi tidak bisa dijelaskan," ujar dokter Forensik RSUP Sanglah Dudut Rustiadi di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Selasa (12/2/2008).
Dudut mengatakan, otopsi Heidi dilakukan dengan jenazah lain. Otopsi dilakukan dari pukul 09.00 Wita hingga 11.30 Wita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara prinsip pascaotopsi, jenazah bisa dibawa pulang," ujarnya.
Saat ini jenazah masih berada di kamat mayat RSUP Sanglah. Pada pukul 12.30 Wita, pihak konsulat dan beberapa kerabat Heidi sempat menjenguk.
Heidi ditemukan tewas dengan 16 luka tikam pada Minggu 10 Februari 2008 di villanya, Desa Canggu, Badung. (ziz/nrl)











































