Demikian disampaikan General Manajer Royal Darwin Hospital Len Notaras pada radio ABC seperti dilansir harian Sydney Morning Herald, Selasa (12/2/2008).
Menurut Notaras, Horta mujur karena selamat dari percobaan pembunuhan meski mengalami "luka-luka yang mengerikan."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Horta diterbangkan ke Darwin setelah sempat menjalani operasi awal di rumah sakit militer Australia di Dili, Timor Leste, menyusul penembakan terhadap dirinya oleh sekelompok pemberontak.
Dikatakan Notaras, luka Horta yang paling serius adalah akibat terjangan peluru yang mengenai paru-paru kirinya. (ita/sss)











































