KPK Jangan Pandang Bulu Bersihkan BI

KPK Jangan Pandang Bulu Bersihkan BI

- detikNews
Selasa, 12 Feb 2008 09:14 WIB
Jakarta - Penyidikan kasus dugaan korupsi aliran dana BI terus berlangsung. KPK pun diminta untuk konsentrasi membersihkan BI dengan tidak melihat latar belakang pejabat yang diduga terlibat.

"Ini momentum bagi KPK untuk mengembalikan BI sebagai agen ekonomi yang kredibel. KPK harus mengutamakan lembaga BI-nya, bukan melihat nama seperti Burhanuddin Abdullah, Aulia Pohan, dan sebagainya," kata Direktur Executive for Banking Crisis Deni Daruri dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (12/2/2008).

Menurutnya, kredibilitas BI semakin menurun akibat kasus ini. "Kredibilitas BI sejak 1999 sudah menurun, karena kebijakannya sering terlambat. Ditambah lagi dengan adanya kasus ini," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, lanjut Deni, KPK harus secepatnya menetapkan tersangka baru yang patut diduga terlibat dalam kasus yang melibatkan uang negara hingga Rp 100 miliar itu.

"Kenapa saat ini baru 3 orang saja yang menjadi tersangka. Padahal dalam rapat Dewan Gubernur I hampir semua deputi hadir, termasuk Aulia Pohan. Jangan sampai orang yang terlibat menghilangkan barang buktinya," pungkasnya.

Dalam catatan tertanggal 27 Juni 2003 yang berasal dari Rusli Simanjuntak dan Oey Hoey Tiong kepada Aulia Pohan, mereka mendesak agar BI dpat menggunakan dana LPPI. Dewan Gubernur BI pun memutuskan untuk menyediakan sejumlah dana sesuai yang diperlukan BI. Untuk tahap pertama LPPI diminta menyisihkan dana sebesar Rp 100 miliar.
(ary/ptr)


Berita Terkait