Jakarta - Aksi penembakan terhadap Presiden Timor Leste Jose Ramos Sorta menuai protes keras dari berbagai kalangan. Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) menyatakan mengutuk keras upaya tentara pemberontak untuk melakukan pembunuhan pada penerima Nobel Perdamaian itu.
Dalam siaran pers yang diterima detikcom, Selasa (12/2/2008), FKB menganggap peristiwa tersebut merupakan tragedi politik terbesar awal tahun 2008 setelah terbunuhnya mantan PM Benazir Bhutto.
"Justru upaya pembunuhan ini akan semakin mempersulit upaya penstabilan keamanan di Timor Leste," kata Sekretaris FKB, Anisah Mahfudz.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya peristiwa tersebut, lanjut Anisah, FKB berharap pemerintah Indonesia segera mengantisipasi gejolak di perbatasan Timor Leste. FKB juga mendoakan kesembuhan Ramos Sorta agar dapat memimpin kembali proses penegakkan demokrasi di Timor Leste.
"Kami berdoa supaya Ramos Horta bisa segera pulih," pungkas Anisah.
(ptr/ary)