Pin, Rahasia Malaysia Berantas Korupsi

Laporan dari Kuala Lumpur

Pin, Rahasia Malaysia Berantas Korupsi

- detikNews
Selasa, 12 Feb 2008 00:43 WIB
Pin, Rahasia Malaysia Berantas Korupsi
Kuala Lumpur - Di Royal Lake Club, Kuala Lumpur, sedianya kami, 20 wartawan yang mengikuti Malaysia Internasional Visitors' Programme akan makan siang. Royal Lake Club bertaburkan ornamen khas Cina terkait perayaan Tahun Baru Cina. Tapi kami menjadi heran ketika sejumlah polisi Diraja Malaysia berjajar di restoran tersebut.

Ternyata tidak ada hal berbahaya terjadi. Para polisi Malaysia itu rupanya sengaja menyambut kami untuk makan siang bersama. Kami terkejut karena sebelumnya tidak ada agenda untuk makan siang bersama polisi Malaysia. Dalam jadwal, pertemuan dengan polisi Malaysia akan dilakukan setelah makan siang.

Bertemu polisi Malaysia, ada yang mencolok terlihat yang berbeda dengan polisi Indonesia. Mereka semua memakai pin di dadanya. Di dada kanan, di atas nama dalam seragam polisi Malaysia, disematkan pin berwarna putih. Pin bertuliskan "Saya ANTI Rasuah".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa itu Rasuah? Pertanyaan yang menggelitik itu akhirnya terjawab ketika kami makan siang. Sambil menikmati sup jamur hangat yang disandingkan dengan roti tawar, Dato Hussin Ismail, salah seorang petinggi polisi Malaysia yang menangani Keselamatan Dalam
Negeri dan Ketentraman warga, menuturkan kisah pin 'istimewa' tersebut.

Kisah pin bermula sejak dua tahun lalu. Rasuah, dalam bahasa Indonesia, adalah korupsi. Pin itu merupakan salah satu cara 'rahasia', polisi Malaysia untuk mencegah korupsi. Setiap polisi Malaysia wajib memakai pin tersebut setiap hari saat bertugas.

"Ini memberi kesadaran dan memperingatkan kami untuk tidak korupsi," kata Hussin Ismail, Senin (12/2/2008).

Wakil Kepala Polisi Malaysia Dato Ismail Omar dalam dialog dengan peserta MIVP menjelaskan, pin tersebut merupakan salah satu cara untuk meyakinkan masyarakat bahwa polisi serius memberantas korupsi. "Ini untuk menjawab protes masyarakat 2 tahun lalu bahwa polisi kurang cakap," tandas Ismail.

Dalam dua tahun ini, Malaysia sedang giat-giatnya memerangi korupsi. Selain dengan pin, Malaysia juga melakukan pencegahan korupsi dengan memberikan gaji yang tinggi kepada polisinya.

Indonesia akan menirunya?
(iy/ary)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads