Mengapa hal itu bisa terjadi? Mobil tahanan yang mengakut mereka terkena macet, bisa saja. Jarak antara LP Cipinang dan PN Jaksel juga lumayan jauh.
Namun, ternyata ada alasan lain yang cukup menggelikan, yakni makan siang. Terdakwa yang sekali berangkat sidang berjumlah puluhan itu harus makan siang dulu di LP.
"Kalau mereka datang ke sini pagi, siapa yang makan siang," ujar Ketua PN Jaksel, Zahrul Arbain, di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Senin (11/2/2008).
Untuk efisiensi waktu, Zahrul lantas membuat terobosan. Pihaknya menyediakan makan siang bagi para terdakwa.
Untuk itu, Zahrul mengajukan anggaran ke Mahkamah Agung (MA) dan ternyata disetujui. Kini, tiap sidang hari Senin dan Kamis, PN Jaksel menyediakan 150 makan siang kepada para terdakwa.
"Semua terdakwa sama makan siangnya," imbuh Zahrul.
Seperti yang tampak, makan siang itu berupa nasi dan lauk pauk di kotak plastik berwarna merah dan biru. Makanan itu diberikan saat terdakwa turun dari mobil tahanan.
Dengan berbaris, mereka membawa makanan itu masuk ke sel pengadilan dan menikmatinya bersama-sama.''Ini sudah kedua kalinya diberikan," ujar seorang terdakwa yang tidak mau menyebutkan namanya.
Meski sedang puasa, pria yang tersandung hukum akibat kasus narkoba itu merasa senang teman-temannya diberi makan siang.
"Pagi sih sudah pada sarapan di LP. Kita mendapat makan 3 kali sehari," pungkasnya.
(irw/ary)











































