Api kali pertama diketahui karyawan AMI Katering. Saat itu sekitar pukul 04.30 WIB dan para karyawan bermaksud memersiapkan makanan untuk penerbangan pagi pukul 06.10.
Pantauan di lokasi hingga pukul 10.30, ruangan koperasi mengalami kerusakan terparah. Seluruh bangunan berikut isinya habis terbakar. Ruangan yang sekaligus berfungsi sebagai kantor koperasi ini berisi beragam keperluan seperti sembako.
Ada juga sejumlah alat elektronik lainnya seperti komputer, telepon, mesin fotokopi, komputer, ponsel, kalkulator, baju juga berkas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Api berhasil dipadamkan oleh regu pemadam kebakaran PT Angkasa Pura II dibantu regu dari TNI AU.
Lokasi kebakaran gedung koperasi dan katering di Bandara Sutan Mahmud Badaruddin II Kota Palembang ternyata sangat berdekatan dengan sistem radar lalu lintas pesawat . Kendati demikian, peristiwa tersebut tidak sampai mengganggu sistem radar karena api hanya menjalar di kompleks bangunan saja.
Senin siang ini, puluhan personel dari kepolisian, TNI-AU, dan petugas bandara sedang melakukan olah TKP. Para wartawan tidak diperkenankan mendekati kompleks bangunan yang terbakar sehingga hanya berada di luar pagar.
Menurut Resmiwandi, General Manajer Bandara Sutan Mahmud Badaruddin II Palembang, radar lalu lintas pesawat yang masih satu kompleks dengan bangunan yang terbakar tidak terganggu kinerjanya. Sedangkan barang-barang yang berada di dalam bangunan koperasi seperti berbagai jenis kebutuhan pokok, pakaian, serta berbagai macam barang penjualan tidak bisa diselamatkan .
"Beruntung, semua data-data transaksi jual beli dan hutang piutang milik karyawan berhasil diselamatkan, " kata Resmiwandi.
Berdasarkan hasil olah TKP sementara, pihak Bandara Sutan Mahmud Badaruddin II Palembang memperkirakan bahwa kebakaran yang terjadi pada bangunan koperasi dan katering terjadi karena korsleting arus pendek listrik. (tw/ary)











































