Isu Partai Terbuka, Gejolak Kaum Muda di PKS

Isu Partai Terbuka, Gejolak Kaum Muda di PKS

- detikNews
Senin, 11 Feb 2008 16:12 WIB
Aceh - Petinggi PKS gerah. Bukan tanpa sebab, isu PKS menjadi partai terbuka seolah menjadi duri. Alih-alih menangguk pemilih baru, suara tradisional dari kaum muslim justru terancam lepas.

Dalam pertemuan dengan berbagai elemen kader partai bulan kembar ini, di berbagai wilayah yang dikunjungi tim safari dakwah, Presiden PKS Tifatul Sembiring menuai banyak protes.

Bahkan seperti yang diutarakan seorang pria paruh baya di Pekanbaru, Riau, dia mengaku tidak akan memilih PKS bila partai ini menjadi terbuka.

"Alasan saya memilih PKS adalah partai ini berlandaskan Islam," tutur pria itu.

Berkali-kali diberbagai kesempatan, Tifatul pun menegaskan kembali jati diri partainya. Sejak awal keberangkatan safari dakwah pada 6 Februari 2008 lalu, hingga di setiap kota yang disambangi mulai dari Pekanbaru, Medan, hingga Banda Aceh.

"Tidak ada wacana seperti itu. Awalnya itu usulan dari beberapa teman-teman yang tinggal di minoritas muslim seperti Papua, NTT, dan Bali," jelas Tifatul. Hal ini kembali ditegaskannya di Banda Aceh, NAD, Senin (11/2/2008).

Sejatinya isu partai terbuka ini muncul dari suara-suara kaum muda PKS di Bali, saat Mukernas 1-3 Februari. Isyarat terbuka didengungkan oleh Sekjen PKS Anis Matta, dan Wasekjen Fachri Hamzah.

Kaum muda ini, atau yang sering disebut-sebut kalangan moderat PKS ini pun didukung pula oleh beberapa nama lainnya. Dan yang mengejutkan Tifatul pun mengakui hal ini, bahkan menyebutkan jumlahnya.

"Anak muda ada 5 orang, bahkan mantan BEM UI, senat UI ada di PKS sekarang. Jadi kita tidak mungkin menutup mulut mereka," jelas Tifatul yang digolongkan kedalam blok kaum tua bersama Hidayat Nur Wahid.

Apakah ini pertanda perpecahan di dalam partai yang dikenal dengan militansinya. Hal ini tegas-tegas ditepis sang pemimpin.

"Tidak ada kubu-kubuan di PKS. Yang ada adalah syuro jadi semua keputusan dari majelis syuro," jelas Tifatul.

Sedang Hidayat ketika ditanya soal kubu-kubuan justru enggan berkomentar. "Itu urusan partai, silahkan tanya ke presiden," ucapnya dalam sebuah kesempatan.

Komentar sedikit terang datang dari Ketua Wilda Sumbagut DPP PKS Chaerul Anwar. Dia secara tersirat mengakui hal ini.

"Ya ini kan bagian dari dinamika politik," ucap salah satu anggota dewan syuro ini.

Bukan hanya sekali saja memang kaum muda ini mencuri start. Beberapa waktu lalu soal maaf memaafkan Soeharto, Fachri Cs disebut-sebut melakukan gerakan inkoordinasi.

Alhasil pihak DPP PKS segera mengambil tindakan. Dan yang terakhir isu partai terbuka ini, yang berujung pada pernyataan ralat berulang kali di berbagai kesempatan, bahkan iklan di sebuah harian nasional.

Bisik-bisik di partai ini terkait 'pergolakan' ini memang cukup keras. Bahkan seorang kader menyebutkan akan ada tindakan yang diambil pihak partai terhadap kadernya yang sedikit mbalelo.

"Tinggal tunggu waktunya saja, masih dipelajari," ucap sumber yang duduk di penegakan disiplin partai tersebut.

Lalu akankah partai ini tetap solid. Chaerul, memastikan bahwa partai ini tidak akan bernasib seperti PDIP dengan PDP-nya, PPP dengan PBR-nya dan lainnya.
(ndr/ana)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads