Saksi Kasus Arca Museum Solo Minta Dilindungi

Saksi Kasus Arca Museum Solo Minta Dilindungi

- detikNews
Senin, 11 Feb 2008 15:33 WIB
Solo - Andrea Amborowatiningsih, atau yang akrab disapa Ambar, adalah orang yang pertama kali mengungkap hilangnya sejumlah arca kuno koleksi Museum Radya Pustaka Solo. Dengan tegas, dia meminta kepada polisi dan juga kejaksaan melindungi para saksi dalam kasus tersebut dari ancaman kekerasan dari pihak manapun.

Ambar mengaku sangat kehilangan atas meninggalnya Lambang Babar Purnomo, saksi ahli kasus pencurian arca di Museum Radya Pustaka. Namun dia menolak berspekulasi tentang kemungkinan Lambang dicelakai orang. Meski diakuinya, ada sejumlah kejanggalan jika kematian Lambang disebut kecelakaan murni.

Tentang adanya tekanan atau ancaman dari pihak tertentu kepadanya, Ambar mengaku sejauh ini dia merasa hal itu tidak pernah terjadi. Namun demikian dia berharap polisi dan kejaksaan secara profesional mampu memaksimalkan kerja untuk melindungi semua saksi dari ancaman kekerasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mencontohkan pada rekonstruksi yang digelar di Radya Pustaka beberapa waktu lalu, salah seorang saksi dipukul oleh salah seorang tersangka di hadapan khalayak umum. Tersangka itu juga dengan lantang menyudutkan Ambar dengan mengungkap persoalan privasinya.

"Kejadian itu menimbulkan ketidaknyamanan bagi saya. Saya harap cukup sekali itu saja terjadi pada saya dan saksi-saksi lainnya. Saya harap di persidangan nanti hal seperti itu tidak terulang lagi karena akan menyulitkan bagi kami untuk memberikan kesaksian yang diharapkan," ujarnya kepada detikcom, Senin (11/2/2008).

Ambar juga mengaku Senin pagi tadi seorang perwira polisi dari Poltabes Surakarta menghubunginya. Perwira polisi itu mengatakan akan memberikan perlindungan dan pengamanan terhadap semua saksi, termasuk dirinya, dari kemungkinan adanya ancaman keselamatan dari pihak-pihak tertentu.

"Saya sendiri kurang tahu bentuk pengamanannya nanti seperti apa. Saya juga tidak memperjelasnya karena sejauh ini saya merasa tidak ada ancaman kecuali pada saat rekonstruksi tadi. Namun jika nantinya saya merasa ada ancaman terhadap pribadi saya, pasti saya akan segera melaporkan hal itu kepada polisi," kata Ambar. (mbr/djo)


Berita Terkait