Hillary dianggap sebagai cara terbaik agar Republik terus menempatkan orangnya sebagai penguasa Gedung Putih.
Para Republikan yakin mereka akan bisa memobilisasi para pemilih untuk memilih kandidat Republik, John McCain, pada pilpres nanti. Sebabnya, Republikan yakin banyak yang tidak menyukai dinasti Clinton kembali menduduki Gedung Putih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan Obama, bagi Republikan adalah masalah. Senator Illinois itu punya pengaruh kuat di antara para pemilih independen. Sedangkan McCain kurang mendapat dukungan.
Para pengamat mempertanyakan bagaimana mungkin McCain yang berusia 71 tahun menang dalam kampanye melawan Obama yang berusia 46 tahun, yang membakar semangat nasional untuk perubahan dan harapan.
Apalagi Obama banyak mendapat dukungan dari kaum muda dan selebritis. Belum lagi Obama memiliki perbedaan kebijakan yang sangat mencolok dengan McCain menyangkut sejumlah isu.
Seperti yang kerap diingatkan Obama kepada para pendukungnya, akan terjadi perang yang kontras antara dirinya dan McCain. Contohnya, Obama tidak pernah mendukung perang Irak. Tidak seperti McCain yang selalu mendukung perang tersebut.
Jadi untuk saat ini, Hillary merupakan harapan terbesar Republik. (ita/sss)











































