Demikian disampaikan KSAD Jenderal Agustadi Sasongko dalam raker dengan Komisi I DPR di Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2008).
Dikatakan dia, gambaran potensi ancaman yang ada saat ini dan yang akan datang berdasarkan perkiraan intelijen strategis jangka sedang tahun 2005-2009 sebagaimana yang dikeluarkan oleh BAIS TNI terdiri dari luar dan dalam negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, ancaman luar negeri lainnya yakni gangguan keamanan laut, terorisme internasional, sabotase terhadap obyek vital nasional dan pengrusakan instalasi penting, spionase yang dilakukan pihak asing serta kejahatan lintas negara yang meliputi penyelundupan dan cyber crime.
Dikatakan dia, ancaman dalam negeri yang menonjol gerakan sisa-sisa separatisme di Papua dan Maluku. Selain itu aksi radikalisme yang berupaya merongrong ideologi Pancasila, aksi teror serta kerusuhan sosial.
Untuk itu, kata dia, TNI AD melakukan langkah-langkah, pengembangan satuan baru diprioritaskan di daerah rawan, perbatasan dan pulau terluar.
Selain itu, lanjut Agustadi, menyiapkan satuan-satuan yang akan melaksanakan tugas operasi di daerah rawan dan meningkatkan deteksi dini serta menyiapkan satuan pasukan reaksi cepat penanggulangan bencana dan satuanย dalam rangka membantu tugas Polri.
"Tantangan yang dihadapi terbatasnya alokasi anggaran untuk pembinaan sehingga berpengaruh ada efektifitas," kata Agustadi.
Anggota Komisi I dari PKS Mutammimul 'Ula meminta KSAD mengantisipasi ancaman pihak asing terkait pengrusakan obyek vital nasional dan spionase. "Maka jangan disepelekan," kata Mutammimul. (aan/nrl)











































