Gempur merupakan singkatan Gerakan Masyarakat Penyelamat Uang Rakyat. Mereka menggelar aksi demo di depan gerbang Gedung Utama Depkeu di Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (11/2/2008). Aksi demo dimulai pukul 12.15 WIB.
Mereka meminta Menkeu segera mengusut dan menyita aset obligor BLBI besar seperti Lim Sioe Liong, Anthony Salim, Sjamsul Nursalim, Usman Atmajaya, Samadikun Hartono, Bob Hasan dan konglomerat hitam lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka berharap Menkeu tidak memasukkan Rp 60 triliun dalam APBN untuk membayar bunga rekap perbankan. Menkeu seharusnya mengalihkan dana tersebut untuk membeli kedelai, minyak goreng, minyak tanah, beras dan kebutuhan rakyat lainnya.
Mereka minta Menkeu jangan hanya terpaku mengejar aset 8 obligor seperti Agus Anwar, Lidya Muchtar, James Januardi, Marimutu Sinivasan dan obligor lain yang asetnya kecil. Dalam perhitungan BPK hanyanya mencapai Rp 297 triliun.
"Jika hanya itu yang dikejar Menkeu, tentu sangat tidak sebanding dengan penderitaan yang sudah 10 tahun dialami rakyat Indonesia akibat terkurasnya uang rakyat oleh koruptor BLBI," katanya.
Hingga pukul 12.40 WIB, demo yang mengusung sejumlah spanduk bergambar para konglomerat, Menkeu dan Presiden SBY itu masih berlangsung.
(umi/sss)











































