"Itu merupakan pikiran-pikiran dari Pak Muladi. Dia memiliki dasar yang logis, terutama untuk kepentingan politik yang kondusif. Partai baru akan memutuskan nanti tiga bulan menjelang pemilu," kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2008).
Menurut Agung, saat ini belum ada pembicaraan yang serius mengenai pencalonan kembali SBY-JK pada Pemilu 2009. Yang dipikirkan saat ini adalah mendukung program pemerintah agar dapat berjalan dengan baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seharusnya Golkar tidak terburu-buru mencalonkan kembali SBY-JK. Itu masih terlalu dini," ujarnya.
Yuddy menambahkan, jika Golkar masih menghargai aspirasi rakyat, DPP Golkar perlu berdialog dan menyerap aspirasi rakyat tentang capres dan cawapres yang akan diusulkan. Selain itu perlu mengetahui apakah suasana kebatinan SBY masih menghendaki berpasangan dengan JK atau tidak.
"DPP perlu waktu berdialog menyerap aspirasi rakyat mendukung Golkar tentang capres dan cawapresnya. Selain itu juga perlu diketahui apakah Pak SBY masih kersel (mau) dengan JK," tandasnya. (ziz/sss)










































