Hal tersebut diungkapkan Sephanie March, wartawan Australia yang bekerja untuk Pusat Pengembangan Media Timor Timur, seperti dilansir harian The Age, Senin (11/2/2008).
"Semua orang berusaha mendapatkan informasi apapun yang mereka bisa peroleh dan rumor-rumor banyak beredar di Dili," kata March.
Dikatakan March, pengamanan langsung diperketat di Dili usai penembakan terhadap Horta di kediamannya sekitar pukul 07.00 waktu setempat. Pasukan Stabilisasi Internasional yang mencakup sekitar 800 tentara Australia melakukan patroli sejak pagi tadi.
Horta ditembak sekelompok pemberontak yang dipimpin Alfredo Reinado, yang akhirnya tewas ditembak pasukan pengawal Horta. Selain Horta, para pemberontak juga melancarkan serangan terhadap Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao, namun Xanana lolos dari serangan itu. (ita/sss)











































