Setelah kena semprot, mereka disuruh turun. Saat hendak turun, mereka mencoba kabur. Namun seluruh petugas KA berhasil menangkap keenamnya.
"Mereka kabur. Semua petugas sudah mengepung. Akhirnya mereka ketangkap juga," ujar Kahumas Daops I PT KA Achmad Sujadi kepada detikcom, Senin (11/2/2008) pukul 11.00 WIB.
Setelah didata, 6 orang itu terdiri dari seorang pekerja, 2 pelajar dan 3 orang pengangguran. Seorang pekerja dan dua pelajar dibebaskan.
"Karena yang pelajar mau sekolah dan pekerja, itu kasihan kalau dia nanti dipecat. Sedangkan penganggurannya kita bawa ke Stasiun Kota untuk upacara," katanya.
Sujadi mengatakan, penyemprotan ini dimulai pukul 05.00 WIB. Hingga pukul 10.30 WIB, hanya enam penumpang itu yang ada di atas kereta. Di setiap stasiun sudah tidak ada penumpang yang ditemukan duduk di atas atap kereta lagi.
"Kita maunya seperti itu terus (tidak ada penumpang yang di atap)," kata Sujadi.
Sujadi menegaskan, bagi pelanggar yang mempunyai status pelajar, PT KA akan mengirimkan surat kepada Kepala Sekolah. Sedangkan untuk pekerja akan dikirim ke pimpinan perusahaan. Untuk yang pengangguran akan dikirim surat ke RT tempat ia tinggal.
"Jadi nanti kita kirim surat. Mereka nanti buat pernyataan resmi dari keluarga, RT, pimpinan perusahaan, dan kepala sekolah untuk mengambil KTP asli yang kita tahan," imbuhnya.
Penyemprotan ini akan terus diberlakukan mulai pagi hingga malam setiap hari. (ziz/nrl)











































