Seorang aktivis LSM International Crisis Group, Sophia Cason, menyebutkan dia mendengar peristiwa tembak-menembak di tempat lain di Ibukota Timor Leste itu. "Yang menandakan terdapat lebih dari satu kelompok," ujar Cason, seperti dilansir Sydney Morning Herald, Senin (11/2/2008).
Cason menyebutkan, upaya pembunuhan terhadap orang penting baru pertama kali terjadi di bekas provinsi Indonesia itu. "Biasanya hanya orang menembak sembarangan, tanpa maksud membunuh orang," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasukan PBB meningkatkan penjagaannya usai peristiwa penembakan. Dikhawatirkan, akan muncul serangan baru. "Polisi PBB dalam kondisi darurat bahaya di Dili," ungkap juru bicara PBB Allison Cooper. (aba/nrl)











































