"Menurut saya kita harus bicara dulu menyamakan persepsi. Untuk tingkat nasional saya akan bicarakan ini, kalau saya bertemu pimpinan parpol lain, kalau saya bertemu SBY-JK biar persoalan ini clear," kata Presiden PKS Tifatul Sembiring usai pertemuan dengan petinggi Partai GAM di Hotel Nangroe, Banda Aceh, NAD, Minggu (10/2/2008).
Tifatul menjelaskan,yang akan dia sampaikan ke level nasional adalah beberapa harapan dari para aktivis partai tersebut. "Mereka siap diverifikasi mengikuti aturan-aturan yang berlaku untuk mengikuti 2009 dan menyampaikan dan menyampaikan ada beberapa kalimat yang dibenci yaitu penjajah dan sebutan separatis oleh pemerintah," jelas Tifatul.
Selain itu pihak GAM meminta agar kalimat-kalimat ini supaya tidak diumbar karena kemajuan-kemajuan dari misi perdamaian. "Kalau sudah damai yang berarti sinergi kebersamaan, mereka ingin seperti itu. Inikan bagus," tambahnya.
Selain itu pertemuan ini hanyalah silaturahmi biasa dan baru pertama kali dilakukan. Tambahan lagi, volume masalah yang dihadapi tinggi dan tidak sederhana. "Insya Allah pertemuan kita lanjutkan," tandasnya.
Sementara dari pihak GAM, Teuku Nasruddin mengaku bahwa Ini hanyalah pertemuan silaturahmi yakni pertemuan partai lokal dan nasional. "Tidak ada deal politik," ujar juru bicara GAM itu.
Dia menjelaskan bahwa saat ini PP 77 yang dikeluarkan pemerintah adalah hal yang kontradiktif dengan UU KPA. "Ini masalah serius, kami memandang ini politik partai di tingkat pemerintahan, bukan politik pemerintahan. Untuk politik pemerintahan kita berpegang pada UU yang ada, sementara politik partai ini yang belum jelas. Dan kami melihat yang menjegal kami orang-orang partai di pemerintahan," urainya.
Dalam pertemuan yang berlangsung 1 jam sejak pukul 15.00 WIB ini, dari pihak PKS hadir Ketua Wilda Sumbagut Chaerul Anwar, anggota DPR Andi Sholahudin, dan Nasirudin Jamil. (ndr/aba)










































