Hampir separo bangunan di kawasan yang digusur telah dirobohkan. Begitu bangunan yang telah luluh lantah itu ditinggalkan petugas, puluhan pemulung langsung beraksi.
Mereka tampak semangat memungut kayu, besi dan atap rumah yang masih tersisa. Dengan menggunakan peralatan seadanya seperti martil, pemulung-pemulung itu mengambil setiap benda yang sekiranya dapat mereka jual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warno mengatakan, kayu dan besi yang mereka kumpulkan dapat dijual dengan harga lumayan. "Saya ke sini bareng-bareng teman. Ada 10 orang," katanya sambil mencoba mengambil besi panjang bekas tiang bangunan.
Sementara itu, pembongkaran bangunan di Rawasari masih terus berlangsung. Beberapa alat berat masih bekerja menghancurkan bangunan yang masih tersisa. (ken/ana)











































