Misalnya di Jalan Andi Pettarani, sebuah sepeda motor yang melaju dengan dengan kecepatan normal dari arah Jl Sultan Alauddin tiba-tiba terbanting dan jatuh di jalan. Untungnya, kendaraan roda empat yang berada di belakangnya mampu segera menghindar.
"Untungnya saya tidak ditabrak kendaraan yang ada di belakang. Saya hanya luka lecet di tangan dan lutut," ujar Nawir, seorang pengendara motor.
Tak jauh dari Nawir, dua orang pengendara motor juga tiba-tiba terjatuh kena hempasan angin dalam waktu yang hampir bersamaan. Keduanya terjatuh dan keluar dari badan jalan.
Kencangnya angin, membuat sejumlah pengendara motor lain bersegera menepi. Mereka memilih berhenti dulu dan berteduh di toko yang berada di pinggir jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama juga terjadi di Jl Penghibur, Pantai Losari. Sejumlah pengendara motor susah mengendalikan kemudi mereka saat angin kencang datang. Ada yang terjatuh, ada pula yang segera menurunkan kecepatan dan memilih stop. Salah seorang pejalan kaki tiba-tiba terpelanting ketika melintas melewati Warung Kopi Sunshine. Bahkan, sejumlah ruko yang berada di pinggir pantai memilih tutup untuk menghindari angin kencang.
Pun di perumahan warga, angin kencang membuat seng rumah berderak. Di Jl Teuku Umar, angin kencang membuat seng sebuah rumah beterbangan.
Berdasarkan laporan Balai Besar Meteorologi dan Geofisika (BMG) Wilayah IV Makassar, angin kencang di Makassar sebulan terakhiri ini bisa mencapai 20 knot atau sekitar 32 kilometer per jam. Angin dengan kecepatan seperti ini punya potensi untuk merusak.
(gun/ana)











































