Pemantauan detikcom, Sabtu (9/2/2008), 7 ruang perawatan anak kelas III yang berada di lantai 6 memang dipenuhi para pasien. Semua velbed yang diletakkan di tengah ruangan juga penuh.
Masing-masing kamar ditambah 4 velbed. Seharusnya setiap kamar hanya ada 6 tempat tidur. Dengan penambahan ini, maka setiap ruangan terdapat 10 tempat tidur. Jelas, ruangan yang tidak seberapa luas itu terlihat penuh sesak. Apalagi penungguย pasien masing-masing pasien, antara 1 hingga 2 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi, antrean pasien untuk masuk ke ruang anak sudah terlihat. Salah satu indikasinya, adanya beberapa pasien anak yang diminta segera pulang ke rumahnya, padahal kondisi pasien belum sembuh benar.
Ini dialami oleh Nabila, pasien anak berumur 1 tahun 2 bulan. Nabila masuk ke RS ini pada 7 Februari 2008. Setelah sempat ditempatkan di tempat tidur tambahan, sehari kemudian Nabila yang menderita muntaber ini dipindahkan ke ruang tidur utama.
Juwita, ibunda Nabila, menolak permintaan dokter agar Nabila menjalani rawat jalan. "Alasan dokter, buang air besarnya sudah kurang 20 kali, sehingga bisa rawat jalan. Tapi, saya menolak. Karena Nabila masih diinfus dan kelihatan sangat lemas," kata dia.
Perawatan di kelas III ruang perawatan anak ini memang gratis, sesuai program pemerintah. Namun, meski ruang perawatan kelas III, ruang perawatannya tampak bagus dan bersih.
(asy/asy)











































