"Dampak persoalan SDM di tubuh militer memang tidak akan terasa saat ini. Tetapi akan berdampak 10 sampai 20 tahun mendatang," kata pengamat militer dari LIPI, Ikrar Nusabakti.
Hal ini disampaikan Ikrar dalam obrolan bertajuk "Kala usia persenjataan semakin tua" di Mario's Place, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu diperlukan komitmen yang tinggi.
Ikrar menilai, TNI di masa kepemimpinan era Magawati Soekarnoputri jauh lebih baik dalam persoalan pembangunan SDM ketimbang kepemimpinan SBY.
Untuk meningkatkan persenjataan militer, lanjut dia, tidak cukup hanya berbicara anggaran tetapi juga harus disesuaikan dengan postur pertahanan. Bila perlu, ada integrasi di antara 3 angkatan.
Dalam kesempatan itu, Ikrar mengkritik kebijakan Presiden SBY yang menempatkan perwira TNI untuk menduduki jabatan sipil.
"Kepedulian beliau lebih condong pada soal sekuriti dan buat saya secara langsung atau tidak itu telah mengembalikan TNI ke ranah sipil yang mengarah ke dwi fungsi lagi," kata Ikrar. (aan/asy)











































